Hari ini adalah cum date dari aksi korporasi RI OWK yang akan dilaksanakan PACK.
Terus terang, bagian ini tidak terlalu membuat saya berhenti lama.
Bukan karena tidak penting, tapi karena secara mekanisme, semuanya sudah jelas dan tinggal berjalan.
Yang justru membuat saya tertarik adalah apa yang akan terjadi setelahnya.
Sejak RUPSLB beberapa waktu lalu, manajemen PACK membentuk lima anak usaha di bawah holding perseroan, yaitu:
PT Awal Kemuliaan Indonesia (AKI) PT Adhi Prakarsa Raya (APR) PT Daya Unggul Raya (DUR) PT Gemilang Padma Raya (GPR) PT Sumber Cahaya Raya (SCR)
Dari kelimanya, tiga sudah relatif jelas arahnya.
AKI telah beroperasi dan menjalankan kegiatan perdagangan mineral, seperti bijih nikel. Ini relatif straightforward.
Sementara itu, dua entitas lain — APR dan SCR — diposisikan sebagai kendaraan kepemilikan aset tambang.
Aset pertama mereka berasal dari akuisisi saham KS dan KKU milik Denway Development Ltd (Hanking Group) dengan sumber pendanaan yang dihimpun melalui skema RI OWK yang saat ini sedang berjalan.
Sampai di titik ini, ceritanya masih rapi.
Tapi justru setelah itu, pertanyaan muncul.
Bagaimana dengan DUR dan GPR?
Apakah kedua entitas ini akan dibiarkan kosong?
Jika iya, untuk apa dibentuk sejak awal?
Jika tidak, aset apa yang akan dimasukkan ke dalamnya?
Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana.
Tapi bagi saya, di sinilah arah cerita PACK selanjutnya mulai terlihat.
Karena dari sini, saya bisa berhipotesa bahwa RI OWK kali ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pembuka — awal dari pergerakan.
Bukan tidak mungkin, ke depan kita kembali dihadapkan pada aksi korporasi lanjutan — entah dalam bentuk injeksi aset tambahan atau skema lain yang hari ini masih terlalu dini untuk disimpulkan.
Yang jelas, saya rasa ini bukan cerita satu bab.
It's a long game.
Disclaimer: Tulisan bukan rekomendasi. Hanya buah pikir penulis. Be wise.